PASANG IKLAN

About Healt

Traditional Medicine - Yachoef.blogspot.com.

Dream Home

Beautiful House - Yachoef.blogspot.com.

Avocados For Health

Eating Fruits For Health - Yachoef.blogspot.com.

Beautiful Sea

Go To Relieve Strees Sea - Yachoef.blogspot.com.

Healthy Rooms

Comfortable To Sleep - Yachoef.blogspot.com.

Tampilkan postingan dengan label PENGETAHUAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGETAHUAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Desember 2010

Ingin Maniskan Pisang? Cobalah Cara Jepang

 VIVAnews -- Musik klasik gubahan komposer Mozart tak hanya diyakini merangsang otak dan meningkatkan kecerdasan bayi atau janin. Tapi, juga mempengaruhi kualitas pisang. Maksudnya?

Di Jepang, sebuah perusahaan produsen buah-buahan memperdengarkan musik Mozart pada pisang-pisangnya yang masak. Mereka mengklaim, pisang-pisang itu akan menjadi manis.

Pisang-pisang itu dikirim dalam kondisi mentah dari Filipina ke perusahaan buah Toyoka Chuo Seika. Selama seminggu, karya-karya Mozart dimainkan dalam ruang pematangan buah.
Hasilnya diklaim berkualitas lebih baik. Konsumen ternyata setuju. 'Pisang Mozart' yang diluncurkan Juli lalu lebih laris daripada pisang yang tak diberi sentuhan musik.
Tak hanya itu, media Jepang, Japan Times memuat artikel bahwa sejumlah produk makanan khas Jepang juga distimulasi dengan musik klasik. Termasuk, kecap, mie udon, miso, dan bahkan sake.

Penggunaan musik bahkan sudah dimulai sejak 20 tahun lalu di perusahaan minuman, Ohara Shuzo. Manajer senior, Fumiko Ohara mengungkapkan eksperimen musik klasik dimulai 20 tahun lalu saat direktur perusaah itu, Kosuke Ohara menemukan buku tentang membuat minuman keras dengan bantuan musik.

Lalu, mulailah mereka bereksperimen -- jazz dan menjajal karya komposer besar, termasuk Mozart, Bach, dan Beethoven.

"Dan, kami menemukan Mozart adalah yang terbaik untuk sake [minuman tradisional Jepang]. Sampai kini kami hanya menggunakan Mozart."
• VIVAnews Elin Yunita Kristanti

Sabtu, 09 Oktober 2010

Hacker Cantik Diseret ke Pengadilan

 Jum'at, 8 Oktober 2010 - 12:56 wib
Susetyo Dwi Prihadi - Okezone

Kristina Svechinskaya (Foto: Ist)
NEW YORK - Selama ini 'pekerjaan' hacker selalu identik dengan pria, namun bagi Kristina Svechinskaya, hacker pun bisa dilakukan oleh wanita cantik sekalipun. Bahkan 'prestasinya' pun tak kalah mentereng dari kaum adam.

Kristina Svechinskaya yang telah dijuluki sebagai "hacker wanita terpanas di dunia", baru-baru ini muncul di ruang sidang New York City untuk menghadapi tuduhan mencuri USD35 ribu bersama geng Eropa Timur yang terkenal dengak teknik ZBot cyber.

Dilansir melalui NY Times, Jumat (8/10/2010) Svechinskaya yang menjalani sidang tersebut menangis mendekati bangku mengenakan celana jins ketat dan Slinky, sepatu bot setinggi betis. Seksi? Tentu! Bahkan dia lebih mirip artis ketimbang seorang hacker.

"Kristina telah didakwa dengan satu hitungan persekongkolan untuk melakukan penipuan bank dan satu hitungan penggunaan paspor palsu." terang ahli keamanan dari Sophos Graham Cluley.

"Ya, jaksa mengklaim bahwa Svechinskaya direkrut untuk bergabung di organisasi tersebut yang berjumlah lebih dari dua lusin dan memiliki kontak dengan hacker komputer dan individu yang dapat memberikan paspor palsu," tambahnya.

Namun, tidak ada yang benar-benar mempunyai bukti, bahkan jika dia terbukti bersalah, bahwa dia seorang hacker.
(tyo)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com 

Virus 'Gurita' Serang Komputer di Jepang

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Ilustrasi
TOKYO - Ratusan komputer di Jepang terinfeksi oleh virus bernama Ika-tako. Komputer yang disusupi ini merusak file gambar menjadi gambar gurita.

Pergerakan virus ini cukup cepat. Bahkan virus yang mulai menggurita sejak Mei lalu ini telah menjangkit ke 20 ribu hingga 50 ribu komputer di Jepang. Demikian yang dilansir PC World, Kamis (19/8/2010).

Menurut ahli keamanan di Jepang, Ika-tako biasanya menyusup dengan cara menyamar di dalam file musik yang kemudian diunduh pengguna. Setelah file musik diputar, mulailah virus ini berjalan melalui hard drive komputer.

Setelah itu virus ini dengan cepat menginfeksi file foto yang ada di dalam komputer dan sistem operasinya. File-file yang terinfeksi akan berubah menjadi gambar cumi-cumi, gurita atau landak laut.

Melihat maraknya virus gurita ini, pihak berwajib di Tokyo langsung bertindak. Hasilnya, sukses menangkap pelakunya yang diketahui bernama Masato Nakatsuji. Orang ini sendiri sudah berulang kali dijebloskan ke penjara karena menyebarkan maleware.

Pada tahun 2008, dia pernah ditahan karena membuat malware dan melanggar hak cipta anime Clannad.
(tyo)

Waspada Antivirus Palsu Makin Marak

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Ilustrasi
SAN FRANCISCO - Pengguna internet yang biasa memanfaatkan layanan wi fi diminta agar untuk lebih berhati-hati. Menurut perusahaan anitivirus Symantec mengingatkan adanya resiko antivirus di ruangan publik tersebut.

"Fasilitas umum seperti wifi pada kenyataanya jauh lebih rentan dibobol oleh peretas, dan menyisipkan antivirus palsu, untuk mengecoh penggunanya," terang pejabat senior Symantec Nick Johnston, seperti yang dikutip Cnet, Jumat (27/8/2010).

Bahkan, dia mengaku menemukan sebuah terminal di bandara besar di Inggris yang sistem pengamanannya ternyata menggunakan antivirus palsu alias "scareware".

Menurutnya, dengan menggunakan scareware, antivirus palsu itu akan menyisipkan malware yang bertugas untuk menonaktifkan atau menghapus antivirus yang legal. Sehingga mereka dengan leluasa menginstall software ilegal di PC pengguna.

"Scareware adalah jenis malware atau peretas yang dapat memaksa pengguna komputer teinfeksi untuk menggunakan versi lengkap peranti lunak yang dapat membasmi virus fiktif," tambahnya.

Ketika software secara tidak paksa diinstall oleh peretas, maka dnegan mudah akan meretas dan mencuri informasi peribadi seperti rekening bank, akun email, jejaring media sosial, sampai rekening pribadi.

"Bersikap berhati-hati terhadap penggunaan wifi di tempat umum, menjadi senjata yang aman untuk menghindari jebakan penjahat cyber," tandasnya.
(tyo)

NASA Diserang oleh Virus Global

Ahmad Taufiqurrakhman - Okezone
(gambar: nasa)
WASHINGTON - Virus e-mail menyerang NASA dan perusahaan besar lainnya.

Sebuah virus e-mail baru sedang banyak ditemukan di inbox-inbox e-mail di seluruh dunia, dan salah satu korban besarnya adalah agensi luar angkasa AS, NASA, seperti yang dikutip dari Pocket-Lint, Senin (13/9/2010).

Virus yang berupa worm ini dideskripsikan McAfee sebagai virus "Here You Have", yang mana disebar dengan cara klasik; muncul di inbox e-mail dengan attachment, yang mana apabila dibuka di Windows, virus tersebut akan menggandakan dirinya dan mengirim (dengan sendirinya) ke e-mail semua orang yang ada di daftar kontak.

Virus tersebut akan mematikan sistem keamanan software komputer anda. Virus "Here You Have" kini telah menyebar begitu luas, sampai sebuah perusahaan anti virus telah memberi peringatan luas akan virus ini secara global. Worm tersebut juga berpotensi untuk masuk ke server e-mail, baik secara lokal maupun secara jaringan.

Selain NASA, perusahaan besar yang terkena virus ini adalah Comcast.

Cara terbaik untuk menghindari virus ini adalah, hindari untuk membuka e-mail dengan subjek bertuliskan "Here You Have", bahkan apabila e-mail tersebut datang dari alamat e-mail teman dan sanak keluarga anda.
(srn)

Trojan SMS Menyebar Lewat Situs Porno

Sarie - Okezone
(foto: Ilustrasi)
JAKARTA - Kaspersky Lab, pengembang terkemuka solusi manajemen konten keamanan mendeteksi bagian kedua malware yang dikategorikan sebagai Trojan-SMS. Malware tersebut menjadikan smartphone yang berjalan pada platform Android sebagai targetnya.

Dalam upaya untuk menginfeksi sebanyak mungkin perangkat, penjahat dunia maya mendistribusikan malware baru ini melalui situs berbahasa Rusia. Situs tersebut  keluar di urutan paling atas dari hasil pencarian video porno. Terungkap bahwa para pemilik situs-situs konten dewasa secara sengaja mendorong pengguna Android untuk mengunduh Trojan baru ini, sementara pengguna dari platform lain menerima konten yang diinginkan.

Seperti pendahulunya, Trojan baru yang bernama Trojan-SMS.AndroidOS.FakePlayer.b ini menyamar sebagai media player. Sebuah smartphone hanya akan terinfeksi jika pengguna menginstal aplikasi secara manual. Pengguna smartphone Android diminta untuk mengunduh aplikasi pornplayer.apk dari halaman web yang terinfeksi jika ingin melihat video konten dewasa. File yang diinstal hanya berukuran 16.4 KB dan selama proses instalasi, Trojan ini meminta pengguna untuk mengirim sebuah pesan SMS, sebuah persyaratan yang sangat tidak diperlukan pada media player.

Setelah pengguna menjalankan aplikasi palsu ini, Trojan-SMS.AndroidOS.FakePlayer.b mulai mengirimkan pesan SMS ke nomor premium tanpa sepengetahuan pengguna. Masing-masing pesan dikenakan biaya USD6, sehingga menghasilkan jumlah yang cukup besar yang ditransfer dari akun pengguna ke penjahat dunia maya.

"Pengguna Android harus lebih berhati-hati terhadap layanan aplikasi yang meminta izin akse," ujar Denis Maslennikov, Mobile Research Group Manager at Kaspersky Lab.

"Dengan mengizinkan sebuah aplikasi baru untuk mengakses setiap layanan yang diminta secara otomatis, maka berarti Anda mengizinkan aplikasi berbahaya atau yang tidak diinginkan tersebut untuk melakukan berbagai hal tanpa meminta informasi tambahan," ujarnya.

Kode di dalam Trojan-SMS.AndroidOS.FakePlayer.b serupa dengan Trojan-SMS.AndroidOS.FakePlayer.a – Trojan-SMS pertama pada sistem operasi Android yang terdeteksi oleh para ahli Kaspersky Lab sebulan yang lalu. Hal ini menunjukkan bahwa kedua aplikasi berbahaya ini dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang sama.

Analis IDC melaporkan bahwa vendor perangkat mobile Android telah memperlihatkan pertumbuhan penjualan paling dramatis diantara semua vendor smartphone di seluruh dunia. Para ahli di Kaspersky Lab memprediksi bahwa akan lebih banyak lagi program-program jahat yang menargetkan perangkat dengan platform Android yang muncul dalam waktu dekat. Saat ini, para ahli di Kaspersky Lab terus berupaya untuk mengembangkan teknologi dan solusi keamanan untuk melindungi sistem operasi ini. (srn)

Symantec: 18% Komputer di Indonesia Terinfeksi Stuxnet

Sarie - Okezone
(foto: Ilustrasi)
WASHINGTON - Virus sabotase Stuxnet diprediksi dibuat oleh sekumpulan hacker yang mendapatkan dana dari negara makmur yang berkuasa, atau perusahaan yang memiliki banyak uang.

Meski banyak spekulasi yang menyatakan virus sabotase itu mengincar proyek nuklir Iran, namun pihak Symantec maupun pemerintah AS mengaku belum menemukan bukti jika target tersebut benar adanya.

Namun begitu pihak Symantec memprediksi untuk menciptakan kode berbahaya tersebut dibutuhkan sekira lima hingga 10 orang hacker yang memiliki pendidikan tinggi, telah terlatih dengan baik dan dibayar cukup besar. Sayangnya pemerintah AS dan para analis belum bisa menunjukkan dari mana virus tersebut berasal.

Saat ini malware tersebut diprediksi telah menginfeksi sekira 45.000 sistem komputer di seluruh dunia. Siemens AG, perusahaan yang mendesain sistem yang menjadi target virus tersebut, mengatakan jika Stuxnet telah menginfeksi 15 sistem kendali pembangkit listrik, termasuk sistem filtrasi air, pengeboran minyak, listrik dan pembangkit nuklir.

"Sekira 60 persen komputer yang telah terinfeksi Stuxnet berada di Iran. Sedangkan 18 persen komputer lainnya berada di Indonesia. Hanya dua persen komputer AS yang terinfeksi," ujar Liam O Murchu, Manager of Security Response Operations Symantec Corp, seperti dikutip melalui Associated Press, Senin (27/9/2010).

Menurut pihak Symantec, sejumlah negara dengan keahlian komputer tinggi memiliki kemampuan untuk menciptakan kode seperti itu. Negara yang dimaksud adalah China, Rusia, Israel, Inggris, Jerman dan AS. Sayangnya O Murchu tidak bisa menunjuk satu negara pasti.

Sebelumnya, ilmuwan komputer asal Jerman Ralph Langner mengklaim telah menemukan virus komputer yang menyebar melalui USB. Virus tersebut dapat mengenali fasilitas publik yang dianggap berbahaya untuk kemudian mengendalikan dan menghancurkannya secara jarak jauh. (srn)

Virus Zeus Incar Pengguna Linkedln

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Ilustrasi
CALIFORNIA - Peneliti keamanan Cisco mengiidentifikasi secara positif kampanye spam berbahaya menargetkan pengguna situs jejaring sosial pebisnis LinkedIn dengan permintaan kontak palsu.

Tidak mengherankan, email kontak pesan berisi link jahat yang jika diklik penerima, akan langsung menginstal perangkat lunak berbahaya.

Menurut Cisco, malware yang terkait dengan kampanye LinkedIn adalah varian dari keluarga pencurian data Zeus yang beroperasi dengan embedding sendiri dalam web browser pengguna. Malware tersebut kemudian berada posisi yang baik untuk melaksanakan berbagai tugas berbahaya, termasuk mencuri kredensial online pengguna perbankan.

"Target pengguna jaringan sosial untuk penyebaran malware keuangan adalah langkah yang cerdas untuk penjahat. Serangan ini jauh lebih mungkin untuk berhasil dari serangan phishing pada bank," kata pakar keamanan dan CEO Trusteer Mickey Boodaei, seperti dikutip GlobalSecurityMag, Kamis (30/9/2010).

"Setelah Zeus diinstal pada komputer pengguna, maka penjahat tidak hanya mendapatkan akses untuk login informasi, tapi juga untuk transaksi real time dan informasi sensitif lainnya pada komputer korban," tambahnya.

Boodaei juga memperingatkan bahwa Zeus, malware yang saat ini sedang dimodifikasi oleh kriminal di dunia maya untuk menyerang pengguna smartphone.

"Penyebaran Zeus menjadi platform mobile menandai awal dari sebuah era baru mobilitas malware. Yang berbahaya dalam pendekatan ini adalah bahwa malware yang sama mengkontrol dua saluran komunikasi dua, PC dan perangkat mobile." sebutnya.
(tyo)

Rabu, 06 Oktober 2010

Awas, Virus Stuxnet Lokal Beredar Luas!

 
VIVAnews - Masih ingat dengan Stuxnet alias Winsta? Virus yang sedang populer ini menyebabkan ruang harddisk menjadi penuh, berapapun sisa kapasitas harddisk sehingga Anda  tidak dapat menyimpan file. Kini, ada jenis virus Stuxnet made in lokal yang juga akan mengakibatkan harddisk menjadi penuh, tetapi dengan metode yang berbeda.
“Untuk menghabiskan sisa harddisk, ia akan membuat file virus dalam jumlah mencapai ratusan di setiap folder yang sudah ditentukan,” kata Adang Juhar Taufik, Senior Vaksinis Vaksincom, pada keterangannya, 5 Oktober 2010. “Tetapi ‘untungnya’ virus ini hanya akan menyerang drive master [C:\] saja."
Untuk mempermudah penyebaran, kata Adang, ia akan memanfaatkan fitur autorun Windows serta menyebar dengan memanfaatkan media USB flash disk dan jaringan (full access). Selain itu ia juga akan menyebar melalui program peer to peer file sharing seperti Kazaa, Morpheus atau program lainnya dengan membuat beberapa file di direktori yang sudah ditentukan.
Adang menyebutkan, dalam upaya penyebaran, virus ini akan menggunakan rekayasa sosial dengan memanfaatkan program kompresi file (WinRAR) dengan ciri-ciri menggunakan ikon WinRAR, ukuran file 60KB, dan ekstensi file *.exe.
“Teknik yang digunakan bukan sekedar mendompleng icon program WinRAR, tetapi lebih dari itu, ia akan mengaktifkan dirinya secara otomatis pada saat user menjalankan program WinRAR atau file yang sudah dikompresi dengan menggunakan WinRAR,” ucap Adang.
Jika pada komputer target tidak terinstal program WinRAR, Adang menyebutkan, ia sudah mempersiapkan metode lain agar dirinya dapat aktif secara otomatis. “Caranya dengan melakukan ‘pengalihan’ pada saat user menjalankan file dengan ekstensi yang sudah ditentukan.”
Untuk mempersulit proses penghapusan, ia akan blok beberapa fitur Windows seperti Search, Folder Options dan Run. “Ia juga akan memblokir tools security atau pada saat user mengakses folder dengan nama yang telah ditentukan dengan membaca caption text atau nama dari aplikasi tersebut. Jika user membukanya, ia langsung menutupnya kembali,” kata Adang. “Selain itu ia juga akan memblokir saat user menginstal program/aplikasi dengan membuka aplikasi Notepad."
Tidak cuma itu saja yang akan dilakukan oleh virus ini, ia juga akan menyembunyikan file MS office (MS Word) yang berada di direktori [C:\Documents and Settings\%user%\My Documents] dan membuat file pengganti [berupa file virus] sesuai dengan nama file MS Word.
Untuk membersihkan virus ini dengan optimal, kata Adang, Anda perlu menggunakan antivirus dengan database yang up to date. Dengan update terbaru, antivirus akan mendeteksi virus ini sebagai W32/Suspicious-Gen2.CAHWJ atau Backdoor.Trojan. Langkah-langkah membersihkan virus ini dapat Anda simak di halaman berikut. (kd)

Ini Dia Alasan Seseorang Me-remove Kita dari Facebook-nya

 
Republika - Rabu, 6 OktoberREPUBLIKA.CO.ID, DENVER--Ternyata, ada cara tercepat untuk kehilangan teman di Facebook. Caranya? "BUatlah sesering mungkin posting yang tidak penting,' demikian menurut sebuah studi yang dilakukan para peneliti di University of Colorado, Denver, Amerika Serikat.
"Para peneliti menghabiskan banyak waktu untuk memeriksa bagaimana orang-orang membentuk persahabatan online tapi sedikit yang diketahui tentang bagaimana hubungan mereka berakhir," kata Christopher Sibona, PhD dalam siaran pers-nya.
Setelah melakukan survei lebih dari 1.500 pengguna Facebook dan Twitter, Sibona menemukan bahwa 57 persen orang yang disurvei mengatakan bahwa mereka membuang seorang dari daftar untuk alasan online, tetapi hanya 27 persen orang melakukannya untuk perilaku offline.
"Orang tidak melihat bagaimana dia di dunia nyata, tapi lebih karena alasan-alasan di dunia maya, seperti posting yang tak bermutu dan sebagainya," katanya.
Alasan kedua untuk berhenti persahabatan agar adalah karena orang lain memposting polarisasi topik tentang agama dan politik. Alasan ketiga adalah karena seseorang membuat posting yang tidak tepat, seperti komentar kasar atau rasis.
Sibona juga menemukan bahwa orang-orang yang membuat permintaan teman pertama kali juga berkesempatan untuk lebih gampang di-remove. Oala, segitunya...

Video Orang Masuk Kawah Gunung Jadi Sensasi

 
VIVAnews - Rekaman seorang pendaki yang nekat masuk berjalan di dalam kawah gunung berapi - di sekelilingnya ada lava yang mendidih - bikin sensasi di dunia maya.
Aksi pendaki ekstrim, Drew Bristol ini direkam oleh ahli gunung berapi, Geoff Mackley di Gunung Marum yang letaknya terpencil di Pulau Ambrym yang terletak di Pasifik Selatan. Jaraknya sekitar 640 kilometer dari Australia.
Gunung berapi, yang terakhir meletus beberapa tahun yang lalu itu, diklasifikasikan sebagai sangat berbahaya. Saat itu, Gunung Marum menyemburkan serpihan abu setinggi lebih dari satu kilometer ke udara.
Dengan berbaju anti-api berwarna perak, Bristol terlihat menggunakan tali untuk turun ke kawah gunung berapi dan berada di danau lava.
Dia lalu mendirikan tenda yang jaraknya 500 meter dari bibir gunung. Kemudian dia masuk ke dalam kawah dengan memakai tabung oksigen untuk bernafas.
Pendaki nekat itu lalu berbalik dan melambai di kamera, di antara gelegak lava di sekitarnya.
Sebagian orang tak yakin rekaman ini nyata. Namun Mackley mengatakan pada Daily Mail bahwa rekaman itu tidak direkayasa.
"Bagaimana mungkin saya berkeliling dunia untuk merekam gunung berapi dan gempa bumi, lalu saya membuat rekaman palsu," kata Mackley.
"Apa yang Anda lihat adalah nyata." Mackley menjelaskan, ia menggunakan lensa panjang, sehingga Bristol terlihat lebih dekat dengan lava dari pada sebenarnya.
"Jarangnya sekitar 100 meter dari permukaan lava, yang tentunya cukup dekat sehingga ia harus memakai pakaian khusus."
Pria 44 tahun ini mengklaim telah merekam bagian dalam lusinan gunung berapi yang berkategori 'mematikan' di seluruh dunia. Ekspedisi ini, tambah Mackley, telah direncanakan selama 10 tahun.
Mackley dan timnya berencana kembali ke Gunung Marum dalam beberapa bulan untuk merekam kawah gunung dalam jarak yang lebih dekat. (adi)
(Daily Telegraph)

Selasa, 05 Oktober 2010

Stuxnet Mungkin Didanai Pemerintah atau Lembaga Swasta

 
Kompas - Selasa, 5 Oktober
JAKARTA, KOMPAS.com - Penyebaran malware (malicious software) alias program jahat di dunia maya tak lagi sekadar iseng atau mencuri data rahasia di komputer korban. Sebuah malware jenis worm terbaru yang diberi nama Stuxnet kini juga menerobos sistem kontrol industri yang bisa menyebabkan bencana besar di dunia nyata.
"Kami benar-benar belum pernah melihat worm yang seperti ini sebelumnya," kata Liam O'Murchu, Peneliti, Symantec Security Response dalam rilis persnya pekan lalu. "Fakta bahwa worm ini dapat mengontrol cara kerja mesin fisik tentunya sangat mengganggu," lanjutnya.
Worm tersebut telah menyebar di penjuru dunia dan salah satu targetnya adalah kontrol fasilitas nuklir Iran. Worm tersebut juga berpotensi menyerang stasiun pembangkit listrik dan berusaha untuk melumpuhkan keamanan nasional sebuah negara.
Berdasarkan pengamatan para peneliti, kemungkinan pihak yang berada di belakang pembuatan Stuxnet worm adalah pemerintah atau sebuah lembaga swasta yang kaya. Worm in terdiri dari program-program komputer kompleks yang pembuatannya memerlukan beragam keterampilan. Worm ini sangat canggih, didanai sangat besar dan tidak banyak kelompok yang dapat melancarkan ancaman seperti ini.
Para pakar Symantec memperkirakan pengerjaan proyek ini membutuhkan 5 hingga 10 orang dalam waktu enam bulan. Selain itu, dibutuhkan pengetahuan sistem kontrol industri dan akses terhadap sistem itu untuk melakukan pengujian kualitasnya; sekali lagi ini mengindikaskan bahwa ini adalah sebuah proyek yang sangat terorganisir dan memiliki dana besar.

Mengenal Stuxnet Lebih Dekat

 
Kompas - Selasa, 5 Oktober
 JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah virus komputer yang dirancang untuk menyerang sistem industri muncul secara luas. Fasilitas nuklir di Iran diduga salah satu target serangan virus tersebut. Hal tersebut mengindikasikan adanya campur tangan suatu negara atau lembaga berdana besar untuk menyusup sistem keamanan nasional negara lain.
Stuxnet disebut-sebut para pakar keamanan sebagai bentuk senjata cyber yang menjadi sarana terorisme di dunia maya. Serangannya tidak hanya mencuri informasi di komputer korban, namun mengambil alih sistem kontrol berbasis mesin.
Sampai saat ini belum diketahui siapa di balik Stuxnet ini. Berikut adalah beberapa informasi mengenai sepak terjang Stuxnet.
Bagaimana Stuxnet Bekerja?
- Virus itu adalah perangkat lunak berbahaya, atau malware, yang umumnya menyerang sistem kontrol industri yang dibuat oleh perusahaan Jerman, Siemens. Para ahli mengatakan virus tersebut dapat digunakan untuk mata-mata atau sabotase. - Siemens mengatakan malware menyebar melalui perangkat memori USB thumb drive yang terinfeksi, memanfaatkan kerentanan dalam sistem operasi Windows Microsoft Corp. - Program serangan perangkat lunak Malware melalui Sistem Supervisory Control and Data Acquisition, atau SCADA. Sistem itu digunakan untuk memonitor pembangkit listrik secara otomatis - dari fasilitas makanannya dan kimia untuk pembangkit listrik. - Analis mengatakan para penyerang akan menyebarkan Stuxnet melalui thumb drive karena banyak sistem SCADA tidak terhubung ke Internet, tetapi memiliki port USB. - Sekali saja worm menginfeksi sebuah sistem, dengan cepat dan membentuk komunikasi dengan komputer server penyerang sehingga dapat digunakan untuk mencuri data perusahaan atau mengendalikan sistem SCADA, kata Randy Abrams, seorang peneliti dengan ESET, sebuah perusahaan keamanan swasta yang telah mempelajari Stuxnet.
Siapa Penciptanya?
- Siemens, Microsoft dan para ahli keamanan telah mempelajari worm dan belum menentukan siapa yang membuatnya. - Mikka Hypponen, seorang kepala penelitian pada perusahaan perangkat lunak keamanan F-Secure di Finlandia percaya itu adalah serangan yang disponsori oleh suatu negara. Stuxnet sangat kompleks dan "jelas dilakukan oleh kelompok dengan dukungan teknologi dan keuangan yang serius." - Ralph Langner, ahli cyber Jerman mengatakan serangan dilakukan oleh pakar yang berkualifikasi tinggi, mungkin negara bangsa. "Ini bukan peretas yang duduk di ruang bawah rumah orang tuanya. Pada website-nya, www.langner.com /en/index.htm, Langner mengatakan penyelidikan akhirnya "fokus" pada penyerang. "Para penyerang harus tahu ini. Kesimpulan saya adalah, mereka tidak peduli, mereka tidak takut masuk penjara."
Di Mana Disebarkan?
Sebuah studi tentang penyebaran Stuxnet oleh teknologi perusahaan AS Symnatec menunjukkan bahwa negara-negara yang terkena dampak utama pada 6 Agustus adalah Iran dengan 62.867 komputer yang terinfeksi, Indonesia dengan 13.336, India dengan 6.552, Amerika Serikat dengan 2913, Australia dengan 2.436, Inggris dengan 1.038, Malaysia dengann 1.013 dan Pakistan dengan 993. Laporan ini terus berubah seiring penyebarannya.
Laporan Pertama
- Perusahaan Belarusia Virusblokada adalah yang pertama mengidentifikasi virus itu pada pertengahan Juni. Direktur Komersial, Gennady Reznikov kepada Reuters perusahaan memiliki dealer di Iran, dan salah satu klien dealer komputernya sudah terinfeksi virus yang ternyata Stuxnet. Reznikov mengatakan Virusblokada sendiri sudah tidak ada hubungannya dengan pembangkit listrik tenaga nuklir di Bushehr. - Menurut juru bicara Siemens, Michael Krampe, Siemens telah mengidentifikasi 15 pelanggan yang menemukan Stuxnet pada sistem mereka, dan "masing-masing mampu mendeteksi dan menghapus virus tanpa membahayakan operasi mereka."

Stuxnet Bentuk Terorisme di Dunia Maya


JAKARTA, KOMPAS.com - Serangan worm Stuxnet baru-baru ini menimbulkan banyak spekulasi dan diskusi mengenai maksud dan tujuan, asal, dan yang terpenting adalah identitas dari penyerang dan targetnya. Sejauh ini belum ada yang punya cukup bukti untuk mengidentifikasi penyerang atau targetnya. Namun, sejumlah ahli keamanan internet menengarai Stuxnet adalah satu-satunya serangan malware canggih yang didukung dengan biaya besar, tim penyerang dengan keahlian tinggi, dan pengetahuan teknologi SCADA yang baik.
"Saya rasa ini adalah saat yang menentukan, saat kita memasuki dunia yang benar-benar baru, karena di masa lalu hanya ada penjahat dunia maya. Saya khawatir sekarang giliran terorisme dunia maya, senjata dunia maya dan perang dunia maya," kata Eugene Kaspersky, Co-founder and Chief Executive Officer of Kaspersky Lab dalam rilis persnya. Kaspersky percaya serangan jenis ini hanya dapat dilakukan dengan dukungan dan sokongan dari sebuah negara.
Sewaktu berbicara dalam Kaspersky Security Symposium dengan para jurnalis di Munich, Jerman, beberapa waktu lalu, Kaspersky mengibaratkan Stuxnet seperti membuka Kotak Pandora. "Program jahat ini tidak dirancang untuk mencuri uang, mengirimkan spam, atau mengambil data pribadi, tidak, jenis malware ini dirancang untuk menyabotase gedung-gedung, untuk merusak sistem industri," ujar Eugene Kaspersky.
"Saya khawatir ini adalah awal dari dunia baru. Tahun 90-an adalah dekade cyber-vandals, tahun 2000-an adalah dekade penjahat dunia maya. Saya khawatir sekarang adalah era perang dunia maya dan terorisme dunia maya," ujar Kaspersky.
Para peneliti di Kaspersky Lab secara independen menemukan bahwa worm tersebut mengeksploitasi empat kerentanan zero-day terpisah. Analis Kaspersky melaporkan tiga dari kerentanan baru tersebut langsung kepada Microsoft dan bekerja sama dengan vendor tersebut selama pembuatan dan peluncuran perbaikan piranti lunak. Selain mengeksploitasi empat kerentanan zero-day, Stuxnet juga memanfaatkan dua sertifikat valid (dari Realtek dan JMicron) yang membantu menjaga malware tetap di bawah radar untuk jangka waktu yang cukup lama.
Tujuan utama worm ini adalah untuk mengakses Simatic WinCC SCADA, yang digunakan sebagai sistem pengendali industri dan bertugas untuk mengawasi dan mengendalikan industri, infrastruktur, atau proses-proses berbasis fasilitas. Sistem serupa digunakan secara luas pada pengilangan minyak, pembangkit tenaga listrik, sistem komunikasi yang besar, bandar udara, perkapalan, dan bahkan instalasi militer secara global.
Pengetahuan mendalam tentang teknologi SCADA, kecanggihan serangan yang berlapis-lapis, penggunaan beberapa kerentanan zero-day dan sertifikat yang sah membawa kita kepada pemahaman bahwa Stuxnet diciptakan oleh tim yang terdiri dari para professional dengan keahlian yang sangat terampil dan memiliki sumber daya dan dukungan finansial yang besar.
Target serangan dan wilayah yang dijangkiti oleh worm ini (terutama Iran) menyiratkan bahwa mereka bukanlah kelompok penjahat dunia maya biasa. Lebih jauh lagi, ahli keamanan Kaspersky yang menganalisa kode worm tersebut menegaskan bahwa tujuan utama Stuxnet bukan untuk memata-matai sistem yang terinfeksi tetapi untuk melakukan sabotase. Semua fakta di atas mengindikasikan perkembangan Stuxnet sepertinya didukung oleh sebuah negara, yang memiliki data intelijen yang kuat.
Kaspersky Lab percaya Stuxnet adalah prototipe senjata dunia maya yang akan mengarah pada penciptaan persaingan kekuatan baru di dunia. Kali ini akan menjadi persaingan kekuatan dunia maya.
Kompas - Selasa, 5 Oktober

34.000 Komputer di Indonesia Terinfeksi Stuxnet

Toooloooong.....

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia tercatat menjadi negara tertinggi kedua yang di dunia yang terinfeksi Stuxnet, malware (malicious software) alias program jahat jenis worm yang tengah merajalela di dunia saat ini. Demikian hasil analisis Kaspersky Lab, pengembang solusi keamanan terkemuka yang berpusat di Rusia.
Stuxnet, sebuah worm komputer Windows spesifik pertama kali ditemukan pada bulan Juni 2010 oleh sebuah perusahaan keamanan yang berasal dari Belarus. Worm ini menjadi terkenal karena merupakan worm pertama yang memata-matai dan memprogram ulang sistem industri. Belakangan ini, serangan worm Stuxnet telah menimbulkan banyak spekulasi dan diskusi mengenai maksud dan tujuan, asal, dan – yang terpenting - identitas dari penyerang dan targetnya.
Kaspersky Lab belum melihat cukup bukti untuk mengidentifikasi penyerang atau targetnya, tetapi Kaspersky dapat mengkonfirmasikan bahwa ini adalah satu-satunya serangan malware canggih yang didukung dengan biaya besar, tim penyerang dengan keahlian tinggi dan pengetahuan teknologi SCADA yang baik.
"Serangan-serangan ini dapat digunakan sebagai alat untuk perang dunia maya atau terorisme dunia maya atau sabotase dunia maya yang bergantung pada sumber serangan dan targetnya. Sejauh ini apa yang telah kita lihat mengenai Stuxnet lebih cenderung digunakan sebagai alat untuk melakukan sabotase. Kaspersky Lab tidak dalam posisi untuk mengomentari sisi politik dari serangan ini," ujar Eugene Kaspersky, Co-founder and Chief Executive Officer of Kaspersky Lab dalam rilis persnya akhir pekan lalu.
Berdasarkan geografis penyebaran Stuxnet; Iran, India dan Indonesia memimpin dalam hal infeksi sejauh ini. Namun, epidemi Stuxnet (seperti epidemi lainnya) tidak statis; worm ini secara terus menerus menyebar, dan sementara beberapa sistem tetap terinfeksi, banyak dari sistem tersebut telah dibersihkan. Negara yang paling rentan serangan ini adalah India dengan jumlah serangan mencapai 86.258 unit komputer. Indonesia di pisisi kedua dengan korban34.138 komputer.
Tujuan utama worm ini adalah untuk mengakses Simatic WinCC SCADA, yang digunakan sebagai sistem pengendali industri dan bertugas untuk mengawasi dan mengendalikan industri, infrastruktur, atau proses-proses berbasis fasilitas. Sistem serupa digunakan secara luas pada pengilangan minyak, pembangkit tenaga listrik, sistem komunikasi yang besar, bandar udara, perkapalan, dan bahkan instalasi militer secara global.
Pengetahuan mendalam tentang teknologi SCADA, kecanggihan serangan yang berlapis-lapis, penggunaan beberapa kerentanan zero-day dan sertifikat yang sah membawa kita kepada pemahaman bahwa Stuxnet diciptakan oleh tim yang terdiri dari para profesional dengan keahlian yang sangat terampil dan memiliki sumber daya dan dukungan finansial yang besar. Target serangan dan wilayah yang dijangkiti oleh worm ini (terutama Iran) menyiratkan bahwa mereka bukanlah kelompok penjahat dunia maya biasa. Lebih jauh lagi, ahli keamanan Kaspersky yang menganalisa kode worm tersebut menegaskan bahwa tujuan utama Stuxnet bukan untuk memata-matai sistem yang terinfeksi tetapi untuk melakukan sabotase.
Para peneliti di Kaspersky Lab menemukan bahwa worm tersebut mengeksploitasi dua dari empat kerentanan zero-day yang telah dilaporkan langsung kepada Microsoft. Analis Kaspersky telah bekerja sama dengan Microsoft untuk memastikan kelancaran dari peluncuran patch, serta memastikan pelanggan terlindungi dan memperoleh informasi mengenai serangan tersebut. Semua produk Kaspersky Lab telah berhasil mendeteksi dan menetralisir Worm.Win32.Stuxnet.
Kompas - Selasa, 5 Oktober